Antisipasi Jika Ranking Dunia Benar-Benar Dibekukan

0 6


JawaPos.com – Pengurus Pusat (PP) PBSI siap mengikuti keputusan yang ditetapkan IOC dan BWF terkait dengan kegiatan dan event-event yang berlangsung ke depan. Setelah merebaknya virus Covid-19, sejumlah event BWF World Tour ditunda.

Termasuk Olimpiade Tokyo 2020 yang ditunda tahun depan.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto menyatakan bahwa dengan banyaknya perubahan, pihaknya akan melakukan banyak penyesuaian. Mulai perubahan jadwal turnamen hingga program latihan. Namun, saat ini PBSI belum bisa membuat kebijakan baru.

“Kami harus melihat dulu perkembangannya,’’ ujarnya kemarin.

Selain itu, lanjut Budi, sapaan Achmad Budiharto, pihaknya masih menunggu kemungkinan perubahan ketentuan dari BWF terkait dengan kualifikasi Olimpiade. Termasuk apabila dilakukan pembekuan ranking pemain. ‘’Kami tidak tahu keputusan BWF seperti apa nanti,’’ ucapnya.

Jika ada penghitungan poin lanjutan race to Tokyo, kata Budi, PBSI harus mengantisipasi dan menyesuaikan. ‘’Kami belum bisa berkata ada perubahan atau tidak. Secara prinsip, PBSI akan mengirim pemain yang berpeluang besar mendapat medali,’’ ungkapnya.

Saat ini, berdasar ranking road to Tokyo di website resmi BWF, Indonesia berhak mengirimkan 13 pemain dari delapan nomor. Di nomor tunggal putra ada Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Di tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung beruntung bisa lolos meski ranking-nya tidak memenuhi. Itu terjadi karena ada aturan setiap negara maksimal mengirimkan dua wakil di setiap nomor.

Untuk nomor ganda putra, ada pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Lalu, di ganda campuran ada pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviani dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Satu lagi wakil di ganda putri, yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Mewabahnya korona juga membuat Indonesia mengajukan perubahan waktu penyelenggaraan turnamen Indonesia Open 2020. Mulanya, ajang tersebut dijadwalkan pada 16–21 Juni 2020. PBSI menunda menjadi 29 September–4 Oktober 2020. Tanggal tersebut sedianya telah diamankan untuk slot turnamen Indonesia Masters 2020 Super 100.

‘’Sudah kami ajukan ke BWF. Kami masih menunggu jawaban. Termasuk jika disetujui, bagaimana dengan Indonesia Masters, ditunda atau dibatalkan,’’ kata Budi.



Sumber : jawapos.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.