Trauma, Perawat Ini Menangis Merasa Ada di Zona Perang Lawan Corona

0 2


VIVA – Wabah virus corona bukan hanya menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat. Bahkan karena jumlah penderita COVID-19 ini terus bertambah, tak sedikit tim medis yang merasa lelah hingga trauma karena kian hari, jumlah pasien positif corona COVID-19 terus membludak.

Seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Dikutip dari laman Metro, seorang perawat bahkan tampak trauma menghadapi pasien COVID-19. Dia menangis sedih ketika mengingat perubahan besar terjadi di tengah krisis virus korona yang memburuk yang membuat rumah sakit dibanjiri oleh pasien yang sekarat.

Perawat ICU dari Southeast, Michigan, AS yang tidak disebutkan namanya ini bercerita, dia merekam video dirinya dalam mobil, melampiaskan kelelahannya setelah 13 jam kerja shift yang mengerikan. Dia sengaja menceritakan penderitaannya, tentang banyaknya korban COVID-19. Dia pun memperingatkan pada semua orang, agar tidak menganggap sepele wabah virus corona.

“Aku tidak tahu apa yang baru saja terjadi selama 13 jam terakhir. Sejujurnya kawan-kawan, rasanya seperti saya bekerja di zona perang,” kata perawat itu, yang diidentifikasi sebagai Melissa Steiner mengatakan dalam video dengan air mata berlinang.

Menurut LinkedIn Steiner, ia bekerja sebagai perawat terdaftar di Beaumont Health. “Saya benar-benar terisolasi dari anggota tim saya, sumber daya terbatas, persediaan terbatas, respon terbatas dari dokter karena mereka sama kewalahannya dengan kita yang berurusan dengan banyak hal lain.”

“Jadi saya menghabiskan 13 jam untuk merawat dua pasien COVID-19 yang sakit kritis dengan ventilator. Jadi, demi semua orang tolong menganggap ini serius,” lanjutnya.

“Jujur rasanya seperti saya bekerja di zona perang … Saya sudah melanggar sehingga saya harap, semua orang menganggap ini serius.”

26 Maret 2020 diakuinya, permohonan permintaan perawat di negaranya terus bertambah karena kondisi kesehatan paramedis yang telah berjuang untuk mengatasi wabah koronavirus mulai memburuk. Michigan adalah negara bagian dengan jumlah kasus terbanyak kelima di negara Amerika Serikat dengan lebih dari 2.200 orang terinfeksi dan sedikitnya 43 kematian.

Pada hari Rabu, dua rumah sakit utama di Detroit melaporkan bahwa jumlah pasien coronavirus yang dirawat melebihi kapasitas. AS memprediksi akan ada tambahan 16.000 kasus COVID-19 yang akan datang pada 4 April 2020, menurut pejabat kesehatan, yang mengatakan mereka saat ini memiliki 25.000 tempat tidur dengan rata-rata sekitar 80 persen sudah terisi.

Pada hari Kamis 26 Maret 2020, AS melihat kasus coronavirus melonjak melewati 68.800 dan angka kematian melampaui 1.000.



Sumber : viva.co.id

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.