Tujuh Orang Positif Corona di Papua

0 31



Jumlah orang yang terjangkit virus corona di Papua hingga Kamis sore (26/3) naik menjadi tujuh orang. “Naik dari tiga pasien positif, kini jadi tujuh orang,” ujar dr. Silwanus Sumule, juru bicara Satgas Covid-19 Papua ketika diwawancarai VOA melalui telpon.

Jika tiga pasien positif corona sebelumnya dirawat di RSUD Merauke, empat pasien yang baru berada di kota Jayapura.

“Ini kondisi yang mengkhawatirkan. Kami harus bekerja keras dan terus berdoa,” ujar Sumule lirih. Terlebih di seluruh Papua hanya ada tujuh dokter ahli paru-paru. “Jika angka positif corona naik, jelas kami butuh relawan.”

Kebutuhan medis yang sangat dibutuhkan di daerah yang belum memiliki sistem kesehatan memadai ini, menurut Sumule, adalah “APD [alat pelindung diri.red] lengkap, masker N95, ventilator, hepafilter dan rapid test.”

Sumule juga mendukung sepenuhnya langkah pemerintah provinsi Papua yang menutup seluruh bandara, pelabuhan dan pos lintas batas darat mulai tanggal 26 Maret hingga 9 April mendatang.

Pembatasan Pergerakan Orang di Papua Dinilai Sangat Penting

Kebijakan tegas lain yang diberlakukan pemerintah provinsi Papua sejak hari Kamis adalah membatasi masuknya warga negara asing WNA dan membatasi pergerakan penduduk secara tegas.

“Mengapa kami larang orang luar ke sini? Karena kalau Anda ke Papua, Anda mati. Maaf bahasa saya terlalu terang-terangan. Mengapa? Mengurusi warga kami saja, rumah sakit kami tidak mampu. Apalagi Anda datang ke sini. Sudah kami sampaikan berulangkali, kami tidak mampu. Jadi yang paling bagus, jangan datang dulu ke Papua selama masa pemberlakuan ini. Anda datang, Anda kena Covid-19, saya pastikan kami tidak mampu merawat Anda,” ujar Sumule lebih lanjut.

Di seluruh provinsi Papua, menurut Sumule, hanya ada 60 ventilator, yang jelas tidak cukup jika pasien virus corona di daerah itu terus meningkat. “Bantu kami dengan doa dan peralatan,” ujar Sumule.

Hingga Kamis sore, Satgas Penanganan Virus corona di Indonesia mencatat ada 893 kasus positif virus corona, di mana Jakarta disebut sebagai lokasi perebakan terbanyak saat ini dengan 515 kasus. [em/pp]



Sumber : voaindonesia.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.